Semangat Belajar

"Sebuah perjalanan ribuan mil dimulai dari langkah kecil.”

Semangat Belajar

Sedikit kemajuan setiap hari di dalam dirimu menambah sesuatu hingga hasil yang besar.

Semangat Belajar

Barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan kesuksesan.

Semangat Belajar

Lakukan yang terbaik di semua kesempatan yang kamu miliki.

Semangat Belajar

Kalau impianmu tak bisa membuatmu takut, mungkin karena impianmu tak cukup besar.

Kamis, 09 September 2021

BAB 2 ANALISA PELUANG USAHA PERANGKAT KERAS

ANALISA PELUANG USAHA  PERANGKAT KERAS

APERSEPSI


Dewasa ini, teknologi yang berkaitan dengan komputer merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh manusia. Teknologi berbasis komputer telah masuk ke tiap-tiap lini kegiatan umat manusia, mulai dari hal yang berhubungan dengan pekerjaan sampai hal yang bersifat rekreasi. Sebagai seorang wirausahawan, harus jeli melihat peluang usaha dalam bidang perangkat keras berbasis komputer. Semua itu tentunya dibutuhkan sikap disiplin dan mau berinovasi demi terwujudnya usaha perangkat keras berbasis komputer yang stabil dan berkelanjutan. Dalam bab ini marilah kita pelajari bersama peluang usaha dalam bisnis komputer khususnya yang berhubungan dengan perangkat keras.


MENGAMATI

Amatilah usaha-usaha reparasi komputer yang ada disekitarmu. Setelah itu, analisalah mengapa usaha-usaha reparasi tersebut bisa menjamur di tengah masyarakat. Tulislah analisamu di dalam secarik kertas folio. Setelah itu, kumpulkan kepada gurumu!


 A.      PELUANG USAHA BISNIS PERANGKAT KERAS BERBASIS KOMPUTER

Peluang dan perencanaan adalah dua hal yang saling berkaitan. Ketika suatu peluang muncul, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan. Mengapa demikian? Sebab perencanaan adalah hal yang paling mendasar dalam membangun sebuah bisnis. Namun membuat suatu perencanaan bukanlah hal yang mudah. Sebagai bukti, kita bisa melihat banyak sekali perusahaan yang mengalami kegagalan karena kesalahan dalam membuka peluang dan juga kesalahan dalam pembuatan perencanaan yang tidak mengarah pada tujuan.

Setiap peluang tentu saja memiliki risikonya tersendiri. Kedua ha tersebut bagaikan 2 sisi dalam mata uang. Tentu saja hal yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir risiko untuk memaksimalkan peluang.

1.         Ciri-Ciri Peluang Usaha yang Baik

Setiap hal dapat dimaknai sebagai peluang usaha. Namun, tidak semua peluang usaha baik bagi kita. Lalu, bagaimanakah cara membedakan antara peluang usaha yang baik dengan yang tidak baik? Berikut penjelasannya:

a.         Peluang itu Orisinil dan Tidak Meniru

Yang dimaksud dengan orisinil adalah peluang tersebut memang berasal dari pemikiran dan perhitungan kita sendiri, bukan hasil nekat akibat meniru peluang usaha orang lain. Contoh : Kita ingin mendirikan usaha drone hanya karena kita ingin mengikuti tren drone yang memang saat ini sedang mewabah. Kita tidak mempunyai pengetahuan cara membuat drone, komponen komponen apa yang dibutuhkan dalam pembuatan drone, atau target pasar dalam drone.

b.        Peluang itu harus dapat mengantisipasi perubahan, persaingan, dan kebutuhan pasar di masa yang akan dating.

Setiap peluang harus memiliki ketahanan akan perubahan zaman dan tidak tepaku pada satu tren semata. Contoh : Pada saat ini, tren yang sedang berlangsung adalah tren membuat mesin WiFi yang bisa dibawa kemana-mana. Jika tidak dapat menambahkan fitur menarik pada mesin WiFi portable milik kita, maka mesin WiFi portable milik kita akan tergerus oleh zaman.

c.         Benar-benar Sesuai dengan Keinginan Agar Peluang Bisa Bertahan Lama

Usaha yang sesuai dengan keinginan kita akan kita lakukan dengan senang hati. Lain halnya dengan usaha yang tidak sesuai dengan keinginan kita, selain adanya celah dalam pengetahuan, usaha yang tidak kita inginkan akan dikerjakan secara setengah hati.

d.        Tingkat Visibilitas (Kelayakan Usaha) Benar-Benar Teruji untuk Dilakukan Riset dan Trial.

Bersifat ide kreatif dan inovatif bukan tiruan dari orang lain, sesuai dengan kebutuhan pasar dan sudah teruji aspek ketahanannya. Untuk itu, pengetahuan menganai usaha yang akan kita geluti harus senantiasa kita asah. Kita harus mengetahui secara mendalam persyaratan, risiko dan pangsa pasar usaha yang akan kita tekuni.

e.         Ada Keyakinan untuk Mewujudkannya

Setiap usaha harus dilandasi dengan keyakinan, karena masa depan akan selalu berubah-ubah. Sebagai contoh, mungkin saat ini wajan bolik merupakan solusi yang tepat bagi kita yang ingin meguatkan sinyal internet. Namun, seiring waktu, kita tahu apa yang akan terjadi dengan wajan bolik, apakah masih dipergunakan atau tidak. Namun, kita harus yakin pada pilihan usaha kita. Tanpa adanya keyakinan, usaha yang kita bangun tidak akan pernah terlaksana.

f.         Ada Rasa Senang dalam Menjalankan

Semua usaha akan sia-sia apabila kita hanya setengah hati dalam melakukannya. Dengan melakukan dengan rasa senang, kita akan selalu bersemangat dalam mengembangkan usaha kita.


2.         Risiko Usaha

Risiko usaha merupakan informasi, kejadian, kerugian atau pekerjaan yang terjadi sebagai akibat dari keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari. Risiko dapat bersifat pasti maupun tidak pasti. Kunci untuk mengetahui seberapa besar risiko yang akan kita hadapi adalah seberapa sempurna kita mendapatkan informasi. Semakin sempurna dalam kita mendapatkan informasi, maka semakin akurat pula kita mengetahui seberapa besar risikonya.

Risiko dan peluang usaha selalu berjalan beriringan. Layaknya jeli melihat peluang usaha, berani mengambil risiko adalah hal yang prinsip dan wajar dalam merealisasikan potensi sendiri sebagai wirausaha. Para wirausaha pada umumnya menyukai pengambilan risiko usaha karena ingin berhasil di dalam mengelola usaha atau bisnisnya. Pengambilan risiko dalam hidup melibatkan suatu kendala akan peristiwa-peristiwa yang terjadi, perhatian akan masa depan dan keinginan hidup di masa sekarang.

Secara umum, risiko usaha memiliki dua karakteristik, yakni:

a.         Risiko adalah suatu ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.

b.        Risiko adalah ketidakpastian yang apabila terjadi akan menimbulkan.

Risiko dibagi menjadi 6 jenis, yaitu :

a.        Risiko teknis ( kerugian )

Risiko ini terjadi akibat kurang mempunyai manajer atau wirausaha dalam   mengambil keputusan risiko yang dapat sering terjadi berhubungan dengan :

1)        Biaya produksi yang tinggi (inefisien)

2)        Risiko karena adanya pemogokan karyawannya, akibat kesejahteraan kurang diperhatikan.

3)        Pemakaian sumber daya yang tidak seimbang (tenaga kerja banyak).

4)        Terjadi kebakaran akibat keteledoran dan kurang kecermatan.

5)        Terjadi pencurian atau penipuan karena pengawasan yang kurang baik.

6)        Terus menerus mengalami kerugian karena biaya yang terus membengkak serta harga jual tidak berubah.

7)        Penempatan tenaga kerja yang kurang tepat sehingga produktivitas kerja menurun.

8)        Perencanaan dan desain yang salah, sehingga sulit dioperasionalkan, serta hal-hal yang berhubungan dengan ketatalaksanaan perusahaan.

9)        Risiko karena tidak dipercaya oleh perbankan akibat terjadi kredit macet di dalam perusahaan

Risiko macam demikian dapat diatasi dengan melakukan hal-hal berikut :

1)        Manajer atau wirausaha menambah pengetahuan tentang :

a)         Keterampilan teknis (technological skill), terutama yang berkaitan dengan proses produksi yang dihasilkan. Diupayakan memakai metode yang dapat menurunkan biaya produksi (efisien).

b)        Kemampuan mengorganisasi (organizational skill), yaitu kemampuan meramu yang tepat dari faktor produksi dalam usaha, mencakup sumber daya modal.

c)         Kemampuan memimpin (managerial skill), yaitu kemampuan untuk mencapai tujuan usaha dan dapat dikerjakan dengan baik dan serasi oleh semua orang yang ada pada organisasi. Untuk ini, setiap pemimpin dituntut membuat konsep kerja yang baik (conceptual skill).

2)    Membuat strategi yang terarah untuk masa depan.

Strategi yang dimaksud meliputi strategi produksi, strategi keuangan, strategi sumber daya manusia, strategi operasional, strategi pemasaran dan strategi penelitian dan pengembangan.

Tujuan dari strategi ini adalah:

a)         Untuk tetap memperoleh keuntungan.

b)        Hari depan yang lebih baik dari sekarang ( usaha berkembang ).

c)         Agar tetap bertahan ( survive ).

3)    Mengalihkan kerugian pada perusahaan asuransi.

Mengalihkan kerugian pada perusahaan asuransi memiliki konsekuensi setiap saat harus membayar premi asuransi yang merupakan pengeluaran tetap. Contoh : Asuransi kebakaran dan asuransi tenaga kerja.

MENANYAKAN

Buatlah daftar daftar pertanyaan mengenai risiko yang harus dihadapi oleh pelaku usaha di bidang reparasi komputer. Suruh teman sebangkumu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut!


b.    Risiko Pasar

Risiko ini terjadi akibat produk yang dihasilkan kurang laku atau tidak laku dipasar. Produk telah menjadi kuno (absolensence) akibat penerimaan (revenue) yang diperoleh terus menurun dan terjadi kerugian. Hal ini akan menjadi bencana usaha yang berakibat usahanya sampai diterminal alias gulung tikar.

Risiko pasar yang lain adalah persaingan. Kegiatan bisnis yang dilakukan oleh suatu perusahaan, selalu diamati oleh perusahaan lain, oleh karena itu para pebisnis tidak boleh lengah terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang berkembang agar tidak berakibat yang fatal karena pesaing.

Hal yang merupakan risiko bagi para pebisnis yang mengakibatkan barang tidak laku  dijual antara lain :

1)        Adanya perkembangan teknologi.

2)        Adanya tindakan atau peraturan baru yang berwajib.

3)        Adanya inter sehingga terjadi pencurian, kecelakaan dan kebakaran.

Berikut adalah upaya yang dapat ditempuh untuk mengantisipasi risiko ini adalah sebagai berikut.

1)        Mengadakan inovasi (product innovation), yaitu membuuat desain baru dari produk yang disenangi calon pembeli.

2)        Mengadakan penelitian pasar (market research) dan memperoleh informasi pasar secara berkesinambungan. Biasanya cara ini memerlukan dan yang besar dan hanya layak untuk perusahaan besar.


c.    Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko yang ditanggung oleh kreditur akibat debitur tidak membayar pinjaman sesuai waktu yang telah disetujui. Sering terjadi produsen menaruh produknya lebih dulu yang dibayar kemudian, atau debitur meminjam uang untuk sebuah usaha tetapi usahanya gagal. Akibatnya, timbullah kredit macet. Bagaimana cara seorang wirausaha dalam mengantisipasi risiko? Upaya mengantisipasi risiko kredit dapat ditempuh melalui :

1)        Jangan memberikan kredit kepada sembarangan orang, tetapi berikan kredit kepada orang yang tepat (bonafit) atau memenuhi syarat sebagai berikut.

a)         Dapat dipercaya, yaitu watak dan reputasinya telah diketahui.

b)        Kemampuan untuk membayar, hal ini dapat dilihat dari kemampuan /hasil yang diperoleh dari usahanya.

c)         Kemampuan modal sendiri yang ditempatkan dalam usaha (capital) sehingga merupakan net personal asset.

d)        Keadaan usahanya selama ini, apakah menunjukan tren naik mendasar atau menurun.

2)        Jangan memberikan pinjaman terlalu besar dan mengevaluasi kredibilitas debitor

3)        Memperhatikan pengelolaan dana debitor jika yang bersangkutan memiliki perusahaan. Yang perlu diperhatikan adalah lembaran neraca, laporan laba rugi tahunan dan aliran dana setiap tahun.


d.    Risiko di Luar Kemampuan Manusia(Force Majoe)

Risiko ini terjadi, tsunami, kebanjiran. Karena kemungkinan terjadinya sangat kecil, risiko ini di luar kuasa manusia seperti : bencana alam, gempa bumi, tanah longsor dianggap tidak ada. Untuk mengalihkan risiko ini dapat memanfaatkan jasa asuransi.


e.         Risiko Riil

Risiko riil adalah risiko yang terlibat, bisa dihitung, bisa diantisipasi dan bisa dihindari. Berikut adalah hal-hal yang termasuk kedalam risiko riil:

1)        Kehilangan modal.

2)        Kehilangan kesempatan.

3)        Kehilangan mata pencaharian.

4)        Kehilangan kendali atas kekuasaan yang selama ini dimilikinya (dicision making) karena ada pengalihan gaya bisnis keluarga menjadi gaya bisnis professional.


 f.    Resiko Psikologis

Resiko psikologis adalah resiko yang tidak terlihat, tidak terhitung, bisa diantisipasi tapi belum tentu bisa dihindarkan. Berikut adalah hal hal yang termasuk ke dalam resiko psikologis :

1)        Kehilangan reputasi (hilang muka, nama besar, citra) dan resiko menanggung malu.

2)        Kehilangan kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain sehingga akan menumbuhkan sikap paranoid.

3)        Kehilangan perasaan (potent) atau mampu menyebabkan  hilangnya rasa pede.

4)        Kehilangan jati diri

5)        Kehilangan motivasi.


kuis sistem komputer

 Kerjakan kuis berikut

A. Selesaikan Soal - Soal berikut dengan tepat


1. ubahlah bilangan biner berikut kedalam bilangan desimal

a. 1111

b. 1011

c. 100110011

2. ubahlah bilangan oktal berikut kedalam bilangan desimal

a. 3134

b. 5762

c. 4265

3. ubahlah bilangan oktal berikut kedalam bilangan desimal

a. 68742

b. 41498

c. 9236

d. 51578


saya tunggu sampai 20.00 wib

Difoto dan Wapri saya ya


Link Absen: 

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdeol8LTRsDOeOGRPFO7NPyXq3KEHnDcyHUww3RAwjeJKKL8g/viewform?usp=sf_link


Rabu, 08 September 2021

Kuis Dasar Desain

 Kerjakan kuis berikut


A. Selesaikan Soal - Soal berikut dengan tepat

1.Apa yang dimaksud dasar desain?

2.Sebutkan sofware-sofware desain grafis?

3.Ilustrasi dapat dihasilkan melalui beberapa teknik, yaitu?

4.Apa yang dimaksud pengertian warna?

5.Sebutkan Sistem Pewarnaan dalam Desain?


saya tunggu sampai 20.00 wib


Difoto dan Wapri saya ya


Link Absen: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdeol8LTRsDOeOGRPFO7NPyXq3KEHnDcyHUww3RAwjeJKKL8g/viewform?usp=sf_link

Senin, 06 September 2021

Kuis PKW

 

Kerjakan kuis berikut

A. Selesaikan Soal - Soal berikut dengan tepat


1. Jelaskan yang anda ketahui tentang kewirausahawan? 

2. Sebutkan elemen-elemen di dalam kewirausahawan?

3. Sebutkan dan jelaskan tentang karakteristik wirausaha menurut Bygrave 10D ?

4.. Sebutkan tentan Sikap seorang Wirausaha?

5. Sebutkan Keterampilan yang perlu dimiliki wirausaha?


saya tunggu sampai 20.00 wib

Difoto dan Wapri saya ya


Link Absen :  https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfNd3cWqPc6KAkGzoyLWjBkxMtLtqtUWNfhVWWdzeau257SFA/viewform?usp=sf_link



Minggu, 05 September 2021

Kerjakan kuis berikut



Kerjakan kuis berikut
A. Selesaikan Soal - Soal berikut dengan tepat

1. Tuliskan yang Anda ketahui tentang spesifikasi hardware pada sistem operasi jaringan! 
2. Jelaskan yang Anda ketahui tentang fungsi swap sebagai partisi RAM! 
3. Jelaskan pengertian Close Source?
4.. Apa keuntungan dari Close Source?
5. Jelaskan yang Anda ketahui tentang Komputer client

saya tunggu sampai 20.00 wib
Difoto dan Wapri saya ya

Kamis, 02 September 2021

C. BIT, BYTE, DAN KATA

 C. BIT, BYTE, DAN KATA

Berikut akan dibahas mengenai bit, byte, dan kata. Suatu bilangan terdiri atas beberapa angka 0 dan 1. Masing-masing angka itu dinamakan bit. Sekumpulan bit membentuk binary vector. Apa itu binary vector? Pelajari uraian berikut.

Misalkan diketahui sebuah bilangan biner 100111012. Bilangan biner ini jika dituliskan dalam bentuk binary vector menjadi seperti berikut.

 





Penomoran binary vector dimulai dari urutan bilangan biner paling kanan ke kiri. Dari binary vector ini, sekelompok 8 bit adalah byte atau octet. Adapun vector dari 4 bit dinamakan dengan nibble. Vector dari sekelompok bit dengan ukuran aslinya disebut word. Anda pasti sering mendengar klasifikasi prosesor komputer 16bit atau 32bit. Bilangan 16 dan 32 tersebut menunjukkan panjang dari satu word (kata). Komputer dengan spesifikasi 16 bit memiliki panjang kata sebesar 16 bit yang terdiri atas 2 byte (8 bit), sedangkan panjang kata sebesar 32 bit artinya terdiri atas 4 byte (8 bit).

D MENAMPILKAN BILANGAN DAN KARAKTER

1. Menampilkan Karakter Kode BCD

Suatu huruf, bilangan, dan kata yang sudah diubah ke dalam bentuk simbol dikatakan sudah encoded. Simbol-simbol tersebut dinamakan dengan code.

Pada setiap digit dari bilangan desimal yang direpresentasikan dalam bilangan biner yang bersesuaian menghasilkan kode yang dikenal dengan kode BCD (binary-codeddecimal). Karena digit pada bilangan desimal terdiri atas 0, 1, 2, ..., 9 maka kode BCD pun sama dengan rentang digit pada bilangan desimal, yaitu tidak lebih dari 9. Setiap kode BCD direpresentasikan dalam 4 bit biner. Berikut merupakan kode BCD dari 0 hingga 9.

 

Karena setiap bilangan kode BCD diwakili oleh 4 bit bilangan biner, biasanya banyak digit bilangan biner dalam kode BCD mengandung kelipatan 4 bit.

a. Konversi BCD ke desimal

Berikut merupakan contoh cara mengonversikan kode BCD ke dalam bilangan desimal. Konversikan kode BCD 11110011 ke dalam bilangan desimal. Penyelesaian: 11110011

b. Konversi desimal ke kode BCD

Berikut merupakan contoh cara mengonversikan bilangan desimal ke kode BCD. Ubahlah bilangan 235 ke kode BCD. Penyelesaian:

Jadi, kode BCD dari bilangan desimal 23510 adalah 0010 0011 0101

Pada bab ini, Anda telah mempelajari cara mengonversi berbagai macam sistem bilangan. Setelah memahami materi ini, mungkin Anda dapat menentukan cara sendiri dalam memahami konversi sistem bilangan. Dengan demikian, sikap kreatif Anda akan semakin meningkat.


Link Absen:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSeNqxt1x4UkJKwvGvmPqJ0pvJZz_8WAkb7IZrdgpfgKZTKKzA/viewform?usp=sf_link

ALASAN SESEORANG TIDAK BERMINAT MENJADI WIRAUSAHA

 F.    ALASAN SESEORANG TIDAK BERMINAT MENJADI WIRAUSAHA

Mitos yang keliru sering menjadi penghalang dan menghalangi seseorang untuk mengambil keputusan menjadi wirausaha. Banyak alasan cenderung dilontarkan hanya karena ingin menutupi rasa takutnya yang berlebihan. Alasan-alasan ini sering dikeluarkan untuk menghibur diri agar ia dibenarkan oleh alasan tersebut.

Hampir sebagian besar orang ingin menjadi sukses dikemudian hari. Namun, ketika diminta memilih, sebagian besar lebih memilih untuk menjadi pekerja yang sukses/top eksekutif (manajer atau direktur) daripada menjadi wirausaha yang sukses. Namun, untuk menjadi menajer atau direktur juga tidak hanya berbekal pengetahuan umum saja, tetapi juga memerlukan keterampilan yang mendukung untuk membuat pengetahuan Anda lebih baik (soft skill). Salah satu soft skilll (kemampuan mengelola diri) yang dibutuhkan adalah corporate entrepreneurship (kewirausahaan perusahaan) atau intrapreneurship (kewirausahaan organisasi).

Soft  skill  (kemampuan mengelola diri) merupakan pengetahuan dan keterampilan yang bukan bersifat menggunakan otot tetapi lebih menitikberatkan pada otak, hati, dan watak, untuk menunjang pekerjaan, sehingga keempat aspek tersebut, yaitu otot, otak, hati, dan watak menyatu menjadi sebuah sinergi yang utuh. Contoh Soft  skill  (kemampuan mengelola dini), antara lain :

1.    Kemampuan berkomunikasi

2.    Emotional Iatelligence (kecerdasan emosional), percaya diri, h sofi skill pengelolaan emosi, dan bersikap positif.

3.    Kedisiplinan

4.    Keterampilan presentasi depan banyak orang.

5.    Pantang menyerah

Intrapreneurship adalah kewirausahaan yang dibangun dalam diri karyawan suatu perusahaan untuk menghasilkan, mengembangkan produk, melaksanakan dan menemukan strategi baru dengan kreativitasnya yang sesuai dengan keinginan pasar sehingga akan memberikan kontribusi bagi tim, kelompok, departemen, dan perusahaan.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang tidak berminat untuk berwirausaha, yaitu sebagai berikut :

1.         Tidak tahu bagaimana caranya

Anda harus memelajari dahulu, bisa dari membaca buku, tahu pengetahuannya, tahu trik dan tipsnya, tahu prosesnya, kemudian belajar strategi kewirausahaan dan akhimya mengenal. Bisa dengan mencoba dulu, atau ikut teman. Akhirnya Anda mengerti dan termotivasi untuk menjadi wirausaha. Lihat kembali bagaimara proses dan tahapan untuk menjadi wirausaha yang cerdas (SMART) di materi sebelumnya

2.         Tidak mempunyai pengalaman

Bagaimana Anda memiliki pengalaman kalau tidak pernah Mencoba untuk masuk dalamnya dan mengetahui lebih luas lagi. Anda akan mengerti dan akhirmya akan jatuh cinta pada kewirausahaan jika Anda mengenalnya dengan baik sebagai ilmu untuk mencari nafkah. Sekarang Anda harus mempunyai ilmu itu.

3.         Tidak punya modal (uang)

Modal untuk menjadi wirausaha tidak hanya berupa uang, ada modal selain uang yang bisa digunakan sebagai modal awal dalam memulai usaha. Modal tersebut antara lain pengetahuan, keterampilan, keahlian, latar belakang pendidikan. jaringan pertemanan, infomasi dan peluang. Alasan perlu modal uang banyak untuk menjadi wirausaha itu tidaklah tepat, karena uang hanya sebagian kecil dari modal yang Anda perlukan untuk menjadi wirausaha.

4.         Tidak punya keberanian

Ada pendapat, guru atau mentor yang paling baik adalah pengalaman Anda sendiri. Ambil sisi positif dari setiap pengalaman atau setiap hal yang terjadi dalam hidup Anda. Keberanian itu tidak akan pernah datang dan muncul tiba-tiba pada diri Anda, tetapi dibentuk, diciptakan dan dimunculkan secara perlahan-lahan hingga Anda menguasainya sehingga timbul keberanian pada diri Anda.

5.         Tidak ada yang menuntun

Ketika Anda belajar tentu membutuhkan penuntun (mentor) agar tidak jatuh terlalu dalam. Dituntun pun tidak selamanya. perlu uji coba dan masa-masa belajar untuk mencoba (incubation stage). Penuntun dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:

a.        Dari mencoba dahulu (trial and error).

b.   Minta bimbingan dari orang yang telah sukses menjadi wirausaha agar bersedia memberikan ilmurya atau sebagai mentor (pelatih).

c.       Belajar dari buku, banyak buku-buku yang ditulis oleh orang yang telah sukses menjadi wirausaha bahkan para pakar wirausaha. Hal ini bisa menjadi sumber (media) lain selain mencari mentor.

6.         Takut untuk keluar zona nyaman (comfort zone)

Rasa nyaman (comfort zone) membuat Anda terjebak dan tidak mau berubah serta tidak mau bergerak demi kemajuan diri Anda. Zona nyaman dapat menyebabkan kemunduran dan kerugian bagi diri Anda serta dijadikan alasan untuk tidak mau menjadi wirausaha. Sebetulnya wirausaha adalah hal yang menantang. menarik, menggiurkan, yang dapat membuat hidup Anda santai 24 jam karena uang yang akan bekerja untuk Anda.

Menjadi pekerja atau pun wirausaha itu sebenarnya memiliki tujuan yang  sama, yaitu hidup sukses, kaya, dan makmur.

Perbedaannya ada pada hasrat atas zona nyaman dan keinginan untuk sukses. Pekerja itu santai, nyaman, dan aman pada masa awal nya saja. Bila Anda tidak ingin kerja keras awal justru akan membuat tidak nyaman di tengah usia dan di akhir purna bakti kerjanya, bisa saja PHK, merasa bosan kerja terus, atau warisan habis hingga hidup dimasa tuanya menjadi tidak nyaman dan justru harus kerja keras lagi untuk anaknya.

Sedangkan wirausaha itu kerja keras di awal dan setelah sukses maka hidupnya akan terus nyaman  dengan terus mengelola usaha hingga bisnis menjadi mesin uang . Bahkan ketika Anda tidur pun bisnis tetap menghasilkan, sehingga di masa tuanya, bisnis bisa diwariskan kepada anak cucu karena masih tetap menghasilkan.

Dari uraian di atas,jelas sekali banyak alasan dan faktor penghalang untuk menjadi wirausaha yang sukses. Faktor-faktor penghalang itu, antara lain:

1.    Rasa takut yang berlebihan, di mana rasa takut Anda telah menghilangkan kemampuan Anda yang hebat.

 2.   Tidak ada rasa percaya diri dan keyakinan diri bahwa kelak Anda bisa sukses

3.    Bingung

4.    Malas.

5.    Mencari-cari alasan yang tidak tepat untuk menghindari profesi wirausaha.

6.    Suka menunggu dan menunda.

 

G.   TINGKAT KEMAMPUAN WIRAUSAHA

 Kemampuan wirausaha dapat dibagi berdasarkan tingkatan dalam seberapa besar ia mampu mengatasi rasa takut akan kegagalan atau kesulitan yang dihadapi. Tingkatan kemampuan wirausaha dibagi menjadi lima tingkat, yaitu sebagai berikut.

1.         Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: kecil sekali

Pada tingkat ini seseorang cenderung menghindari risiko ( avoid a risk )  , sering disebut risk avoider or averter (penghindar risiko).

Ciri-ciri risk avoider or averter (penghindar risiko):

a.         Senang mempertahankan rasa nyamannya (comfort zone)

Selalu ingin menikmati keadaan saat ini yang menghanyutkan diri. Biasanya orang seperti ini senang dengan kedamaian dan kenyaman sesaat, menghibur diri sendiri dan senang mencari alasan apapun untuk di lontarkan agar bisa terhndar dari kerja keras.

b.        Selalu melihat kesulitan di depan mata bukan kemampuannya.

c.         Merupakan orang yang pesimis, bukan optimis

d.        Melihat dengan rasa takut akan resiko ( risk phobia).

e.         Pemalas dan enggan bekerja keras.

f.         Banyak alasan untuk menghindari kerja keras.

g.        Berusaha menutupi rasa takutnya.

h.        Senang menganggur, tidak ada kerjaan yang berat.

i.          Senang bekerja dengan hasil yang instan.

j.      Tidak mau menggunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk meraih hasil yang lebih baik.

Semua hal di atas disebut mental block bagi kesuksesan Anda. Pada tingkat ini tidak ada jiwa kewirausahaan (zero entrepreneurial skill) sehingga tidak pernah sukses. Kondisi yang sering terjadi adalah tidak mempunyai pekerjaan tetap (unemployement atau job less ). Hindari berada pada level ini, karena sudah pasti Anda tidak akan sukses.

2.         Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: sedang

Pada tingkat ini seseorang selalu menggunakan pengetahuannya untuk bekerja lebih baik lagi. Tingkat ini disebut comfort risk calculation taker (orang yang selalu menghitung risiko yang ditanggung harus lebih kecil dari keuntungan yang diperoleh), sehingga orang yang berada pada tingkatan ini berorientasi hanya mencari pekerjaan yang nyaman, aman dari PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau yang biasa-biasa saja.

Ciri-cirinya comfort risk calculation taker (orang yang selalu menghitung risiko yang ditanggung harus lebih kecil dari keuntungan yang ia peroleh), antara lain:

a.         Senang bekerja tetapi yang nyaman dan aman.

b.        Mengedepankan keuntungan daripada kerugian.

c.     Tidak berpandangan jauh dan melihat masa lalu (past oriented) sebagai acuan untuk berpikir saat ini.

d.        Berpikir selalu realistis (kenyataan).

e.         Berpikir lebih aman bekerja daripada berwirausaha.

f.    Mencari kerja sebagai pegawai yang ada tunjangan pensiunnya, walaupun di masa mendatang nilainya sudah tidak berarti lagi untuk kehidupannya.

g.    Berpikir cukup (menerima apa adanya) tetapi tidak ada kemampuan berpikir untuk mencari sesuatu yang lebih baik.

 

Untuk level kewirausahaan ini disebut level intrapreneurship atau employee entrepreneurial skill. Tingkatan ini bisa sukses menjadi top eksekutif apabila menghilangkan hambatan-hambatan pikiran dan mental (mental block) yang ingin santai, nyaman, tidak ada semangat, dan pikiran negatif lainnya. Dapat sukses bila lebih giat dari meningkatkan kemampuan kewirausahaannya dengan cara belajar untuk meningkatkan kemampuannya.

 

3.         Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: tinggi

Pada tingkat ini seseorang berani menanggung atau mengatasi risiko kegagalan dan berani menghadapi rasa takutnya karena ia merasa mampu, mempunyai pengetahuan, dan pengalaman kerjanya sesuai dengan apa yang ia kerjakan dalam bisnisnya. Tingkatan ini disebut risk calculation taker atau berani mengambil risiko usaha dengan perhitungan risiko yang paling optimal.

Ciri-ciri risk calculation taker (berani mengambil risiko usaha), antara lain:

a.      Berani mengambil keputusan untuk berwirausaha bila ia mampu melakukannya karena berdasarkan keahlian, pengalaman, dan pengetahuan (latar belakang pendidikan).

b.        Selalu bekerja secara individu dalam mengelola usahanya dan mengambil keputusan.

c.         Bisnis dan usahanya tidak atau belum dikelola dalam organisasi yang baik.

d.        Usahanya sangat dipengaruhi oleh waktunya sendiri.

e.         Punya pandangan jauh ke depan

f.         Bosan bekerja terus-menerus.

g.        Ingin menjadi bos bagi dirinya sendiri.

h.        Berpikir realistis.

Untuk itu, tingkatan kewirausahaan ini sering disebut wirausaha mandiri (individual entrepreneur) atau sering disebut sebagai self bussinessman. Tingkatan ini bisa sukses secara mandiri tetapi ada kelemahannya, yaitu sebagai berikut.

a.    Bisnis atau usahanya sangat tergantung pada popularitas dirinya atau image dirinya sendiri.

b.        Usia usahanya biasanya tergantung usia pemiliknya, yaitu sang wirausaha itu sendiri.

c.    Membutuhkan bussiness team skill (tim keterampilan usaha) untuk lebih sukses dan besar. Misalnya: leader (pemimpin bisnis), financial and quality control ( pengawas keuangan dan kualitas ), marketer (pemasar atau penjual), dan organisator (manajer).

d.    Biasanya menjadi spesialis dalam bisnis tersebut. Contoh: dokter yang membuka praktek, lulusan tata boga membuka restoran, dan lulusan STM mesin membuka bengkel.

Hampir sebagian besar orang yang sukses menjadi pengusaha besar berawal dari tingkatan ini. Para lulusan SMA/SMK lebih memiliki peluang untuk memulai dari tingkatan ini dan ternyata bisa lebih cepat sukses. Contoh: pendiri Microsoft, yaitu Bill Gates memulai dari keahlian dari membuat perangkat lunak/software; pendiri DELL Computer, yaitu Michael Dell yang mengawali sebagai tenaga penjual computer; dan pendiri google. yaitu Sergey Brin dan Larry Page yang diawali dari penelitian dan riset.

 

4.         Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: kompleks

Pada tingkat ini kemampuan memperhitungkan. mengendalikan, mengatasi. dan menanggung risiko kegagalan usahanya lebih besar dibanding dengan ketiga tingkatan di atas. ia berani mengalahkan dan mengatasi rasa takutnya bukan hanya karena pengetahuan, keterampilan. dan pengalamannya saja, tetapi lebih kompleks dari itu. Biasanya jenis usaha yang diambil dan dimulainya lebih berskala industri atau tidak mengarah ke individual entrepreneur (bisnis yang dikelola secara individu). Tingkatan ini disebut manajer risiko bagi dirinya (risk manager).

Ciri-ciri risk manager (manajer risiko), yaitu sebagai berikut.

a.        Mengambil keputusan dari berbagai sisi, risiko. informasi, dan kondisi untuk suatu nilai (value) yang lebih optimal dan tepat.

b.    Ada unsur visioner (wawasan ke depan), yang sering terlihat dari keputusan yang ia ambil, sehingga cenderung berkesan itu keputusan nekat (sebenarnya tidak).

c.         Punya mimpi dan orientasi bisnis berskala besar atau skala industri (well organized).

d.    Naluri (Instinct) bisnisnya kuat dan didukung oleh kekuatan intuisi yang diambil berdasarkan pengalaman yang ia miliki, informasi, kejadian sebelumnya, pengetahuan yang ia punyai, visualisasi dan imajinasinya yang begitu kuat.

e.         Kesempurnaan adalah target utamanya.

f.         Tidak suka menyerah dan cepat berpuas diri.

g.        Punya keyakinan kuat terhadap apa yang ia pikirkan.

h.    Seorang pemimpin (leader) yang kuat dan merupakan (pimpinan yang cenderung menggunakan perencanaan yang kuat atau well plan.

i.          Kreativitas dan inovasi tinggi.

j.          Keteguhan hati yang kuat.

k.        Seorang pimpinan yang disegani.

l.          Seorang analisator (kuat dalam analisa dan strategi) yang baik.

 5.         Tingkat kemampuan dalam menghadapi rasa takut: sangat tinggi

Pada tingkat ini kemampuan seseorang dalam hal mengatasi rasa takut akan kegagalan cukup besar sehingga cenderung mengambil keputusan menggunakan intuisinya yang kuat sekali, bahkan bisa cenderung sedikit mengadu keberuntungan. Tingkatan ini di sebut risk taker atau pengambil risiko. Tingkatan ini bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

a.        Tingkat risk taker (pengambil risiko) yang lebih realistis dan analitis.

Tingkat ini sering disebut juga  “ investor “ atau penanam modal yang memang menjadi wirausaha dengan tujuan untuk memiliki saham ( kepemilikan perusahaan) atau sebuah perusahaan dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan keuntungan baik berupa dividen ( pembagian laba kepada pemegang saham sesuai proporsinya ) atau kenaikan nilai saham apabila saham tersebut dijual kembali pada orang lain.

b.        Tingkat risk taker ( pengambilan risiko) yang bersifat intuisi dan menggunakan perasaannya ( feeling ) semata.

Tingkat ini tidak bersifat bisnis, tetapi lebih mengarah pada hobi saja.


Link Absen : 

 https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfNd3cWqPc6KAkGzoyLWjBkxMtLtqtUWNfhVWWdzeau257SFA/viewform?usp=sf_link